Kurs mata uang RI ini mengalami pelemahan 20 poin.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dikeluarkan Bank Indonesia, rupiah kembali menembus angka Rp12.005, Rabu 11 Desember 2013.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah masih bertengger pada level Rp11.985 per dolar AS. Artinya, kurs mata uang RI ini mengalami pelemahan 20 poin.
Analis pasar uang dari Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa rupiah masih bergerak tidak jauh dari hari-hari sebelumnya. Sebab, rupiah masih dibayangi ketidakpastian penarikan dana stimulus oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
"Rupiah tidak bergerak ke mana-mana. Kenaikannya hampir tidak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya," ujarnya kepada VIVAnews.
Ariston memprediksi, pergerakan rupiah sepekan ke depan masih berkisar pada angka Rp12.000 per dolar AS.
Kendati demikian, kata dia, pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang rencananya dilaksanakan hari ini, Kamis 12 Desember 2013.
"Jika BI memutuskan suku bunga naik, rupiah akan menguat. Tetapi, itu hanya temporer," katanya. (eh)
Sumber Vivanews







0 comments:
Post a Comment