Sunday, December 15, 2013

ManCity Si Jago Kandang Kalahkan Arsenal

Soal kemampuan daya gedor timnya, Pellegrini boleh tersenyum lebar.
Ketatnya persaingan tim-tim papan atas Premier League terus berlanjut sampai pekan ke-16. Tak rela posisinya direbut Everton, Manchester City tampil menggila di kandang mereka, Etihad Stadium. Arsenal, yang notabene pemuncak klasemen sementara menjadi korban, di mana mereka dihancurkan 3-6.





Pada laga yang dihelat Sabtu 14 Desember 2013 malam WIB, pasukan Manuel Pellegrini benar-benar menunjukkan mental penghancur. Gawang The Gunners yang dikawal Wojciech Szczesny mereka bobol enam kali lewat gol-gol yang diciptakan Sergio Aguero, Alvaro Negredo, Fernandinho (2 gol), dan Yaya Toure.

Kendati lini serangnya benar-benar menunjukkan performa luar biasa, pelatih ManCity, Manuel Pellegrini tak sepenuhnya senang. Pasalnya, pelatih asal Chile itu menilai tiga gol yang bersarang di gawang mereka tak seharusnya terjadi. Namun, soal kemampuan daya gedor timnya, Pellegrini bisa tersenyum lebar.

"Saya tidak berpikir itu adalah performa terbaik kami, karena Arsenal mencetak tiga gol dan saya pikir ini terlalu banyak untuk jumlah peluang yang mereka miliki," kata Pellegrini, yang didatangkan dari Malaga, seperti dilansir Soccerway.

"Tapi itu adalah permainan yang sangat lengkap dalam menyerang, tidak mudah untuk mencetak enam gol ke gawang Arsenal, yang memiliki pertahanan terbaik di Premier League. Kami memiliki setidaknya empat atau lima peluang yang jelas untuk mencetak gol. Dalam hal ini, saya sangat senang," ujarnya.

Selain menahan laju Arsenal dan terus mendekatkan diri ke puncak klasemen, kemenangan itu juga menegaskan bahwa tak ada tim yang bisa bermain-main dengan ManCity di Etihad Stadium. The Gunners merupakan korban ke-8 mereka.

Sejauh ini ManCity memang masih sempurna di kandang, dan bukan tim-tim semenjana saja yang mereka taklukkan. Sebelum Arsenal, dua tim kuat lainnya, Manchester United dan Tottenham Hotspur terkubur di Etihad Stadium. Skornya pun tak sembarangan. MU dihajar 1-4, sedangkan Spurs dibobol enam gol tanpa balas.

Selain menyapu bersih seluruh laga kandang dengan kemenangan, jumlah gol yang mereka catatkan pun luar biasa, 35 gol. Hasil tersebut membuat mereka menjadi tim paling subur di Premier League sejauh ini, dengan total telah mencetak 47 gol.

Sayangnya, catatan fantastis ManCity di kandang tak disertai hasil bagus saat melakoni laga-laga tandang. Dari delapan laga yang telah mereka lakoni, The Citizens baru meraih dua kemenangan. Sisanya, dua hasil imbang dan 4 kekalahan.

Inkonsistensi pada laga tandang itu juga yang mempengaruhi naik turunnya posisi mereka di papan klasemen Premier League. Bahkan, mereka sudah empat kali terlempar dari posisi lima besar. Sementara kini, mereka ada di posisi 3, terpaut tiga poin dari Arsenal di puncak, dan satu poin dari Chelsea yang menduduki posisi 2.

Kemenangan fantastis atas Arsenal tentunya menghadirkan motivasi tersendiri bagi ManCity, yang kini makin bernafsu memburu puncak klasemen. Sayangnya, hal tersebut sedikit terganggu oleh masalah cedera yang menimpa striker utama mereka, Sergio Aguero. Pemain asal Argentina itu diperkirakan harus absen tiga pekan.

Kendati demikian, Pellegrini belum bisa memastikan seberapa parah cedera Aguero, yang telah mencetak 13 gol bagi ManCity musim ini. "Kami harus melihat kondisinya lebih lanjut lagi. Kemungkinan masalahnya ada di betis, tapi sejauh ini kami belum tahu seberapa parah cederanya," kata Pellegrini kepada ESPN.

Didekati tim pesaing
Bagi Arsenal, kekalahan 3-6 menjadi pukulan telak. Memimpin klasemen sejak pekan kelima, The Gunners sama sekali tak tersentuh oleh para rival. Namun, kekalahan dari ManCity membuat mereka terpaut dua poin saja dari Chelsea di peringkat 2.

Kekalahan tersebut semakin terasa menyakitkan lantaran gawang The Gunners harus dibobol sebanyak enam kali oleh para pemain ManCity. Padahal, dalam lima pertandingan sebelumnya, gawang Wojciech Szczesny hanya kebobolan dua gol.

Menanggapi kekalahan telak tersebut, Wenger merasa ada yang salah di lini tengah. "Sungguh menyakitkan kalah seperti itu, tapi kami membuat terlalu banyak kesalahan di tengah lapangan," kata Wenger, seperti dilansir Sky Sports.

Wenger juga tak sungkan untuk memuji permainan The Citizens. "Secara keseluruhan mereka pantas menang, kami harus pulang dan memulihkan diri, kami terlalu banyak membuat kesalahan teknis," kata pelatih berpaspor Prancis tersebut.

Mengenai faktor penyebab, Wenger enggan mengada-ada. Namun, pelatih berjuluk The Professor itu tak tahan untuk berkomentar bahwa skuadnya mengalami kelelahan pascamelakoni pertandingan Liga Champions, tiga hari sebelumnya.

Apalagi, pertandingan kontra Napoli di Stadion San Paolo tersebut berujung kekalahan 0-2. Meski pada akhirnya tetap lolos ke fase knockout, kekalahan menjadi hal minor bagi mereka, terlebih posisi puncak klasemen grup pun lepas.

"Selalu sulit untuk mengetahui (penyebab kekalahan). Jadwal kami tidak ideal. Apakah itu satu-satunya penjelasan? Saya tidak yakin," terang Wenger. "Ada yang lebih buruk dalam sepakbola daripada menjadi kelelahan dan berjalan lagi usai kekalahan dengan skor seperti ini," sambungnya.

"Kami ingin menang. Kami sangat sedih karena kami kalah di pertandingan besar. Kami tahu musim yang hebat tergantung pada bagaimana memenangkan pertandingan-pertandingan besar," kata mantan pelatih Nancy, AS Monaco, dan Nagoya Grampus Eight berusia 64 tahun tersebut.

Rasa frustrasi bahkan tampak dari sejumlah punggawa Arsenal ketika timnya kalah dari ManCity. Gelandang Jack Wilshere tertangkap kamera mengacungkan jari tengah ke arah para pendukung The Citizens. Jika akhirnya dinyatakan bersalah, Wilshere akan mendapat sanksi yanng tentu akan merugikan Arsenal.

Selain itu, gelandang Arsenal lainnya, Mesut Oezil memilih untuk meninggalkan rekan-rekannya yang memberi applause kepada fans, yang rela jauh-jauh datang ke Manchester. Melihat kejadian itu, bek Per Mertesacker mendampratnya. Suatu hal yang bisa merusak keharmonisan di ruang ganti The Gunners.

Kendati demikian, lewat akun Facebooknya, Oezil meminta maaf kepada fans. "Maaf saya tidak berterimakasih pada para fans di akhir laga. Anda sangat luar biasa mendukung saya dan saya tahu anda sudah berjalan jauh dan menghabiskan uang untuk mendukung kami," tulis pemain yang didatangkan dari Real Madrid tersebut.

Mendapat tekanan dari Chelsea, ManCity, Everton, dan Liverpool, The Gunners mesti melepaskan diri dari tren negatif jika tak ingin posisinya di puncak klasemen Premier League lepas. Namun, ujian masih akan terus berlangsung. Pekan depan, mereka akan berhadapan dengan Chelsea, yang akan bernafsu merebut puncak klasemen.

Dalam rangka mengatasi tekanan tersebut, Arsenal mendapat hambatan. Bek tengah andalan mereka, Laurent Koscielny diperkirakan bakal absen lantaran mengalami cedera lutut pada laga melawan City. Namun, Thomas Vermaelen bisa menjadi alternatif Wenger untuk mengatasi masalah itu.

Sumber Vivanews

0 comments:

Post a Comment